Home » Ekonomi » Meninjau Asa 8 Persen Prabowonomics, Optimis atau Utopis?

Meninjau Asa 8 Persen Prabowonomics, Optimis atau Utopis?

Jurnalis Deliupdate 02 Jan 2025 424

Deli Update Online, Medan – Kamis (2/01), Presiden Prabowo dalam visinya, yang dikenal dengan Prabowonomics, telah menetapkan target ambisius untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen.Target tersebut telah menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan, mulai dari pengamat ekonom hingga masyarakat umum. Namun, ambisi ini perlu dikritisi sebab di tengah berbagai kondisi global serta domestik, apakah target ekonomi dari presiden tersebut realistis atau hanya sekadar sebuah utopis?

Pemerintah sangat optimis bahwa capaian pertumbuhan ekonomi tersebut dapat tercapai melalui berbagai bauran kebijakan. Secara historis, perekonomian Indonesia pernah mengalami pertumbuhan yang tinggi di masa orde baru Dalam kurun tahun 1968-1997, perekonomian Indonesia tumbuh rata-rata hampir 7 persen per tahun. Bahkan, Bank Dunia memasukkan Indonesia ke dalam “The East Asian Miracle” dalam laporannya yang dipublikasikan pada 1993. Optimisme pemerintah dalam meraih percepatan pertumbuhan ekonomi tersebut juga sebagai langkah untuk menghindari kondisi middle income trap yaitu jebakan negara berpendapatan menengah tidak dapat beralih menjadi negara berpendapatan tinggi.   

Hilirisasi industri telah menjadi pilar utama dalam strategi peningkatan nilai tambah ekspor Indonesia. Melalui pengolahan bahan mentah seperti nikel, tembaga, dan bauksit menjadi produk setengah jadi atau barang jadi, pemerintah tidak hanya berharap meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga membuka lapangan kerja baru di sektor-sektor strategis. Salah satu contoh konkret adalah pengembangan industri baterai kendaraan listrik, yang dianggap sebagai batu loncatan untuk menempatkan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok global kendaraan listrik. Kesuksesan awal ini menunjukkan potensi besar hilirisasi industri untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah sekaligus memperkuat perekonomian domestik.

Baca Juga :   Kemendag Gerak Cepat! Atasi Polemik Soal Aturan Barang Bawaan Penumpang Dari Luar Negeri

Selain itu, sektor digital juga menjadi tulang punggung ekonomi masa depan. Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan tumbuh pesat, dengan nilai mencapai USD 146 miliar pada 2025. Dengan memanfaatkan potensi ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas inklusi ekonomi bagi berbagai kalangan masyarakat.

Tantangan Berat Prabowonomics

Namun, di balik optimisme tersebut, tidak sedikit pula pihak yang menganggap bahwa target 8 persen dari prabowonomics tersebut sangat sulit untuk diraih. Sebab, realitanya pertumbuhan ekonomi tahunan Indonesia dalam satu dekade terakhir stagnan di kisaran 5 persen. Pencapaian tersebut, memang tidak buruk namun tentu masih di bawah rata-rata pertumbuhan Vietnam, Filipina, serta India yang memiliki pertumbuhan tahunan berkisar 6 hingga 7 persen.

Oleh karena itu, untuk mengakselerasi ke angka 8 persen, diperlukan dorongan luar biasa, baik dari sisi investasi maupun reformasi struktural serta membutuhkan kolaborasi dari berbagai pemangku kebijakan. Reformasi struktural yang telah dilaksanakan selama ini belum banyak membantu kemampuan ekonomi untuk tumbuh tinggi. Reformasi selanjutnya sebaiknya fokus pada beberapa bidang yang menjadi hambatan bagi ekonomi untuk tumbuh tinggi.

Meski Indonesia menjadi salah satu tujuan investasi yang menarik, ada sederet permasalahan dasar yang menjadi penghalang dan membuat proses investasi menjadi tidak efisien. Hal tersebut tergambar dari angka incremental capital output ratio (ICOR) Indonesia yang cukup tinggi, yaitu 6.33 tahun 2023. ICOR sendiri merupakan parameter ekonomi makro yang menggambarkan rasio investasi kapital atau modal terhadap hasil yang diperoleh (output), tingginya angka ICOR tersebut disebabkan dari sulitnya perizinan, inefisiensi proses investasi, serta banyaknya praktek korupsi yang menyebabkan para tersendatnya pendanaan dari para investor.

Baca Juga :   Meninjau Isu Gender Sumatera Utara 2024, Sudahkah Setara?

Selain itu tantangan berat lain yang yang akan memengaruhi perekonomian pada 2025 adalah penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen yang mulai berlaku pada 1 Januari 2025. Kebijakan ini sesuai dengan klaim pemerintah bertujuan untuk memperkuat fiskal negara serta mengakselerasi pembangunan. Namun, kenaikan tarif PPN tersebut juga akan menimbulkan efek domino pada perekonomian rakyat. Efek dari kenaikan tersebut tidak terbadas pada aspek ekonomi, melainkan juga psikologis, serta melemahkan daya beli masyarakat yang sudah rentan. Pada konteks ekonomi mikro, teori permintaan menunjukkan kenaikan harga biasanya menyebabkan penurunan konsumsi, terutama untuk barang yang elastis. Daya beli masyarakat Indonesia yang sebagian besar berada pada level menengah ke bawah membuat mereka lebih sensitif terhadap perubahan harga.

Prabowonomics
Prabowonomics

Dampak pertama yang paling terasa adalah pada daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan menengah ke bawah. Dengan kenaikan tarif PPN, harga barang dan jasa diperkirakan akan mengalami peningkatan. Konsumsi rumah tangga, yang merupakan pilar utama perekonomian Indonesia, dapat terganggu jika daya beli masyarakat menurun.

Hal ini terutama akan dirasakan pada barang-barang kebutuhan pokok yang menjadi bagian besar dari pengeluaran rumah tangga. Selain itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga akan terdampak. Meskipun sebagian UMKM dikecualikan dari kewajiban PPN, kenaikan harga pada bahan baku atau barang modal yang mereka gunakan bisa mengurangi margin keuntungan dan daya saing mereka di pasar. Jika tidak disertai dengan kebijakan kompensasi seperti subsidi atau program bantuan lainnya, kebijakan ini bisa menimbulkan ketimpangan ekonomi yang lebih besar.

Baca Juga :   Kontribusi Hidayatullah Selama Masa Jabatan di DPR RI: 17 Unit Ambulans dan Dukungan untuk 1.000 Pelaku UMKM

Selain tantangan-tantangan yang telah disebutkan, struktur kabinet Presiden Prabowo yang tergolong “gemuk” juga menjadi sorotan. Dengan jumlah kementerian dan pejabat tinggi yang lebih banyak dibandingkan periode sebelumnya, kebutuhan anggaran untuk mendukung operasional pemerintahan semakin besar. Beban ini dapat menambah tekanan pada anggaran negara, terutama jika tidak diimbangi dengan peningkatan penerimaan negara yang signifikan.Gemuknya kabinet tidak hanya berimplikasi pada besarnya biaya administrasi, tetapi juga pada alokasi anggaran yang cenderung menjadi kurang efisien. Anggaran kementerian yang besar dapat mengurangi fleksibilitas fiskal untuk mendanai program-program strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Prabowonomics dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen mencerminkan ambisi besar untuk membawa Indonesia menuju kemakmuran. Namun, ambisi besar tersebut harus didukung oleh kebijakan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan adaptif terhadap dinamika global maupun domestik. Tantangan yang telah diuraikan sebelumnya,  berasal dari kompleksitas dan kurangnya efisiensi dalam kebijakan yang saat ini diterapkan. Oleh karena itu, keberhasilan capaian prabowonomics tidak hanya bergantung pada besarnya target yang dicanangkan, tetapi juga pada seberapa efektif pemerintah dapat menyusun dan menjalankan kebijakan yang mampu mengatasi tantangan struktural dan mendorong percepatan pembangunan yang inklusif.

Penulis:
Nur Azis Ramadhan
(Statistisi Pertama BPS Provinsi Sumatera Utara)

Premium Wordpress Themes

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Puncak Haji 2026 Dimulai: Jutaan Jamaah Khusyuk Menjalani Wukuf di Padang Arafah, Ini Makna dan Dampaknya!

Admin

26 May 2026

Deli Update Online | Momen paling bersejarah dan dinantikan oleh jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia akhirnya tiba. Puncak haji secara resmi dimulai pada hari Selasa (26/5/2026). Lautan manusia yang mengenakan pakaian ihram putih bersih tampak memadati kawasan Gunung Rahmat (Jabal Rahmah) di dataran Padang Arafah, tepat di luar kota suci Mekah, Arab Saudi. …

Terkuak! Inilah Penyebab Blackout Sumatera Berdasarkan Temuan Investigasi Polri dan PLN

Admin

26 May 2026

Deli Update Online | Kejadian pemadaman listrik massal atau blackout Sumatera pada akhir pekan lalu masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Bukan tanpa alasan, terhentinya aliran listrik secara mendadak ini melumpuhkan berbagai sektor vital di hampir seluruh penjuru Pulau Sumatera. Untuk menjawab keresahan publik, Bareskrim Polri bersama PT PLN (Persero) akhirnya mengungkap temuan awal …

Laporan Langsung: Kebakaran Toko Elektronik di Jalan Asia Medan Picu Kepanikan, Pengendara Terjebak Macet dan Takut Ditabrak Kereta Api

Admin

24 May 2026

MEDAN – Sabtu (23/5) Sebuah insiden kebakaran toko elektronik di Jalan Asia Medan kembali menggemparkan warga kota pada hari ini. Kawasan niaga yang dikenal sebagai salah satu pusat perputaran ekonomi paling sibuk di Kota Medan tersebut mendadak berubah menjadi arena kepanikan luar biasa. Asap hitam pekat yang membubung tinggi dari salah satu ruko berlantai tiga …

MENYAMBUT PIALA AFF U-19 2026: REVOLUSI STADIUN TELADAN DAN KESIAPAN MEDAN JADI PANGGUNG SEPAK BOLA ASIA TENGGARA

Ari Usman Chaniago

16 May 2026

Deli Update Online | MEDAN — Kota Medan bersiap mengukir sejarah baru di kancah sepak bola internasional. Stadion Teladan, arena legendaris kebanggaan masyarakat Sumatra Utara, secara resmi ditunjuk oleh PSSI dan Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) sebagai salah satu venue utama gelaran bergengsi Piala AFF U-19 2026 yang akan berlangsung pada 1 hingga 14 …

Semarak Sepak Bola ASEAN: Jadwal Lengkap Piala AFF U19 2026 di Sumatera Utara dan Kesiapan Timnas Indonesia

Ari Usman Chaniago

16 May 2026

Deli Update Online | MEDAN – Sorot mata jutaan pencinta sepak bola di seluruh penjuru Asia Tenggara kini tertuju ke Provinsi Sumatera Utara. Gelaran turnamen sepak bola usia muda paling bergengsi di kawasan ASEAN, yakni Piala AFF U19 2026—yang secara resmi mengusung titel ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026—dipastikan akan bergulir dari tanggal 1 …

Disnaker Kota Medan Fasilitasi 1.017 Warga Bekerja ke Luar Negeri Secara Resmi, Upaya Masif Tekan Angka Pengangguran

Ari Usman Chaniago

15 May 2026

Deli Update Online | MEDAN – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Medan tidak henti-hentinya menunjukkan komitmen penuh dalam mendorong perluasan kesempatan dan lapangan kerja bagi masyarakat. Sebagai salah satu kota metropolitan terbesar di wilayah Indonesia Barat, tantangan pengurangan angka pengangguran menjadi agenda prioritas bagi Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Guna mengatasi dinamika tersebut, salah satu langkah strategis …

Premium Wordpress Themes
Translate »