Home » Ekonomi » Meninjau Asa 8 Persen Prabowonomics, Optimis atau Utopis?

Meninjau Asa 8 Persen Prabowonomics, Optimis atau Utopis?

Jurnalis Deliupdate 02 Jan 2025 351

Deli Update Online, Medan – Kamis (2/01), Presiden Prabowo dalam visinya, yang dikenal dengan Prabowonomics, telah menetapkan target ambisius untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen.Target tersebut telah menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan, mulai dari pengamat ekonom hingga masyarakat umum. Namun, ambisi ini perlu dikritisi sebab di tengah berbagai kondisi global serta domestik, apakah target ekonomi dari presiden tersebut realistis atau hanya sekadar sebuah utopis?

Pemerintah sangat optimis bahwa capaian pertumbuhan ekonomi tersebut dapat tercapai melalui berbagai bauran kebijakan. Secara historis, perekonomian Indonesia pernah mengalami pertumbuhan yang tinggi di masa orde baru Dalam kurun tahun 1968-1997, perekonomian Indonesia tumbuh rata-rata hampir 7 persen per tahun. Bahkan, Bank Dunia memasukkan Indonesia ke dalam “The East Asian Miracle” dalam laporannya yang dipublikasikan pada 1993. Optimisme pemerintah dalam meraih percepatan pertumbuhan ekonomi tersebut juga sebagai langkah untuk menghindari kondisi middle income trap yaitu jebakan negara berpendapatan menengah tidak dapat beralih menjadi negara berpendapatan tinggi.   

Hilirisasi industri telah menjadi pilar utama dalam strategi peningkatan nilai tambah ekspor Indonesia. Melalui pengolahan bahan mentah seperti nikel, tembaga, dan bauksit menjadi produk setengah jadi atau barang jadi, pemerintah tidak hanya berharap meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga membuka lapangan kerja baru di sektor-sektor strategis. Salah satu contoh konkret adalah pengembangan industri baterai kendaraan listrik, yang dianggap sebagai batu loncatan untuk menempatkan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok global kendaraan listrik. Kesuksesan awal ini menunjukkan potensi besar hilirisasi industri untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah sekaligus memperkuat perekonomian domestik.

Baca Juga :   Netizen Indonesia 'Serang' Akun Instagram Federasi Sepak Bola Qatar

Selain itu, sektor digital juga menjadi tulang punggung ekonomi masa depan. Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan tumbuh pesat, dengan nilai mencapai USD 146 miliar pada 2025. Dengan memanfaatkan potensi ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas inklusi ekonomi bagi berbagai kalangan masyarakat.

Tantangan Berat Prabowonomics

Namun, di balik optimisme tersebut, tidak sedikit pula pihak yang menganggap bahwa target 8 persen dari prabowonomics tersebut sangat sulit untuk diraih. Sebab, realitanya pertumbuhan ekonomi tahunan Indonesia dalam satu dekade terakhir stagnan di kisaran 5 persen. Pencapaian tersebut, memang tidak buruk namun tentu masih di bawah rata-rata pertumbuhan Vietnam, Filipina, serta India yang memiliki pertumbuhan tahunan berkisar 6 hingga 7 persen.

Oleh karena itu, untuk mengakselerasi ke angka 8 persen, diperlukan dorongan luar biasa, baik dari sisi investasi maupun reformasi struktural serta membutuhkan kolaborasi dari berbagai pemangku kebijakan. Reformasi struktural yang telah dilaksanakan selama ini belum banyak membantu kemampuan ekonomi untuk tumbuh tinggi. Reformasi selanjutnya sebaiknya fokus pada beberapa bidang yang menjadi hambatan bagi ekonomi untuk tumbuh tinggi.

Meski Indonesia menjadi salah satu tujuan investasi yang menarik, ada sederet permasalahan dasar yang menjadi penghalang dan membuat proses investasi menjadi tidak efisien. Hal tersebut tergambar dari angka incremental capital output ratio (ICOR) Indonesia yang cukup tinggi, yaitu 6.33 tahun 2023. ICOR sendiri merupakan parameter ekonomi makro yang menggambarkan rasio investasi kapital atau modal terhadap hasil yang diperoleh (output), tingginya angka ICOR tersebut disebabkan dari sulitnya perizinan, inefisiensi proses investasi, serta banyaknya praktek korupsi yang menyebabkan para tersendatnya pendanaan dari para investor.

Baca Juga :   Inilah 100 Anggota DPRD Sumut Terpilih Menyusul Rekapitulasi KPU Provinsi

Selain itu tantangan berat lain yang yang akan memengaruhi perekonomian pada 2025 adalah penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen yang mulai berlaku pada 1 Januari 2025. Kebijakan ini sesuai dengan klaim pemerintah bertujuan untuk memperkuat fiskal negara serta mengakselerasi pembangunan. Namun, kenaikan tarif PPN tersebut juga akan menimbulkan efek domino pada perekonomian rakyat. Efek dari kenaikan tersebut tidak terbadas pada aspek ekonomi, melainkan juga psikologis, serta melemahkan daya beli masyarakat yang sudah rentan. Pada konteks ekonomi mikro, teori permintaan menunjukkan kenaikan harga biasanya menyebabkan penurunan konsumsi, terutama untuk barang yang elastis. Daya beli masyarakat Indonesia yang sebagian besar berada pada level menengah ke bawah membuat mereka lebih sensitif terhadap perubahan harga.

Prabowonomics
Prabowonomics

Dampak pertama yang paling terasa adalah pada daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan menengah ke bawah. Dengan kenaikan tarif PPN, harga barang dan jasa diperkirakan akan mengalami peningkatan. Konsumsi rumah tangga, yang merupakan pilar utama perekonomian Indonesia, dapat terganggu jika daya beli masyarakat menurun.

Hal ini terutama akan dirasakan pada barang-barang kebutuhan pokok yang menjadi bagian besar dari pengeluaran rumah tangga. Selain itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga akan terdampak. Meskipun sebagian UMKM dikecualikan dari kewajiban PPN, kenaikan harga pada bahan baku atau barang modal yang mereka gunakan bisa mengurangi margin keuntungan dan daya saing mereka di pasar. Jika tidak disertai dengan kebijakan kompensasi seperti subsidi atau program bantuan lainnya, kebijakan ini bisa menimbulkan ketimpangan ekonomi yang lebih besar.

Baca Juga :   Walau Ditolak PDIP, Bobby Nasution Akan Daftar Memalui PDIP untuk Pilgub Sumut

Selain tantangan-tantangan yang telah disebutkan, struktur kabinet Presiden Prabowo yang tergolong “gemuk” juga menjadi sorotan. Dengan jumlah kementerian dan pejabat tinggi yang lebih banyak dibandingkan periode sebelumnya, kebutuhan anggaran untuk mendukung operasional pemerintahan semakin besar. Beban ini dapat menambah tekanan pada anggaran negara, terutama jika tidak diimbangi dengan peningkatan penerimaan negara yang signifikan.Gemuknya kabinet tidak hanya berimplikasi pada besarnya biaya administrasi, tetapi juga pada alokasi anggaran yang cenderung menjadi kurang efisien. Anggaran kementerian yang besar dapat mengurangi fleksibilitas fiskal untuk mendanai program-program strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Prabowonomics dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen mencerminkan ambisi besar untuk membawa Indonesia menuju kemakmuran. Namun, ambisi besar tersebut harus didukung oleh kebijakan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan adaptif terhadap dinamika global maupun domestik. Tantangan yang telah diuraikan sebelumnya,  berasal dari kompleksitas dan kurangnya efisiensi dalam kebijakan yang saat ini diterapkan. Oleh karena itu, keberhasilan capaian prabowonomics tidak hanya bergantung pada besarnya target yang dicanangkan, tetapi juga pada seberapa efektif pemerintah dapat menyusun dan menjalankan kebijakan yang mampu mengatasi tantangan struktural dan mendorong percepatan pembangunan yang inklusif.

Penulis:
Nur Azis Ramadhan
(Statistisi Pertama BPS Provinsi Sumatera Utara)

Premium Wordpress Themes

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Polisi Tangkap Pelaku Begal Sadis di Angkot Belawan, Satu Pelaku Lain Masih Dalam Pengejaran

Ari Usman Chaniago

23 Apr 2026

Medan — Aparat kepolisian dari Polsek Belawan berhasil menangkap satu pelaku begal yang beraksi di dalam angkutan kota (angkot). Sementara itu, satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran pihak berwajib. Pelaku yang diamankan berinisial AY (22), warga Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan. Ia ditangkap setelah terlibat dalam aksi pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Jalan …

Mantan Wakapolda Metro Jaya, Raziman Tarigan, tewas dalam insiden tabrak lari di Medan

Ari Usman Chaniago

23 Apr 2026

Deli Update Medan — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Polri. Mantan Wakapolda Metro Jaya, Raziman Tarigan, meninggal dunia setelah menjadi korban tabrak lari di Jalan Melati Raya, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Rabu (22/4/2026). Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Kasatlantas Polrestabes Medan, Sri Lestari Widodo. Ia menjelaskan, insiden terjadi saat korban tengah mengendarai kendaraan jenis ATV …

TNI Angkatan Laut Koarmada I Amankan Pelaku Begal Brutal di Belawan

Ari Usman Chaniago

20 Apr 2026

Deli Update Online, Medan — Tim gabungan Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I), kepolisian, dan Pemerintah Kota Medan menggelar razia terpadu di kawasan Medan Belawan, Minggu (19/4), sebagai respons atas meningkatnya keluhan masyarakat terkait maraknya aksi kejahatan jalanan. Kepala Dinas Penerangan Kodaeral I, Wahyu Kurniawan, mengatakan sebelum operasi dimulai, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti …

Anggaran KIP Kuliah 2026 Tembus Rp15,3 Triliun, Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Tinggi

Abu Jadid

23 Feb 2026

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu. Hal ini dibuktikan dengan tren anggaran Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang terus meningkat signifikan dari tahun ke tahun demi menjaga pemerataan kesempatan pendidikan di Indonesia. Peningkatan Anggaran yang Signifikan Berdasarkan data Pusat …

Banjir Bandang Bukan Sekadar Bencana: Ujian Bagi Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Utara

Jurnalis Deliupdate

18 Feb 2026

Deli Update Online, Medan – Bencana banjir bandang yang melanda Provinsi Sumatera Utara pada akhir 2025 bukan sekadar persoalan bencana alam biasa, melainkan ujian serius bagi ketahanan ekonomi daerah. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan, tetapi juga menyentuh perekonomian Sumatera Utara secara keseluruhan. Data BPBD Sumatera Utara menunjukkan …

Komdigi Ancam Blokir Cloudflare di Indonesia, Terungkap Jadi “Tameng” Ribuan Situs Judi Online

Ari Usman Chaniago

21 Nov 2025

Komdigi Ancam Blokir Cloudflare di Indonesia, Terungkap Jadi “Tameng” Ribuan Situs Judi OnlineJAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melayangkan peringatan keras kepada penyedia layanan infrastruktur internet global, Cloudflare. Pemerintah mengancam akan memblokir akses layanan Cloudflare di Indonesia jika perusahaan tersebut tidak segera mematuhi peraturan yang berlaku. Ancaman ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan temuan Komdigi, …

Premium Wordpress Themes
Translate »